Orasi Ilmiah Mudir pada Wisuda Ke-3 Ma’had Aly Darul Munawwarah

Pidie Jaya — Ma’had Aly Darul Munawwarah menggelar prosesi wisuda ke-3 Marhalah Ula pada Kamis (25/9/2025). Sebanyak 80 mahasantri resmi diwisudakan setelah menuntaskan pendidikan Jenjang Marhalah Ula (M-1) Takhassus Tafsir dan Ilmu Tafsir.

Acara berlangsung khidmat di halaman utama Kampus Ma’had Aly Darul Munawwarah dengan dihadiri pimpinan dayah, para asatidz, tamu undangan dari unsur pemerintah, para mudir Ma’had Aly se-Aceh, serta wali mahasantri. Dalam sambutannya, Mudir Ma’had Aly Darul Munawwarah, Dr. Abi. H. Anwar Usman, S.Pd.I., M.M (Abiya Kuta Krueng) menegaskan peran lembaga pendidikan tinggi pesantren ini bukan hanya untuk eksistensi masa kini, tetapi juga untuk menciptakan dan berkontribusi bagi peradaban Islam di masa depan. “Namun demikian, kami menyadari sepenuhnya bahwa untuk melangkah ke depan, kita tidak boleh tercerabut dari masa lalu, dan tetap harus berpijak di masa kini,” ujarnya.

Abiya mengingatkan bahwa kehidupan terdiri dari tiga babak realitas: kemarin, hari ini, dan esok. “Kemarin adalah sejarah, maka belajarlah darinya. Hari ini adalah anugerah, maka bersyukurlah. Dan esok adalah masa depan, maka dengan bekal sejarah dan rasa syukur, persiapkan diri sebaik mungkin untuk menyambutnya dengan optimisme,” pesannya.

Kepada para wisudawan, Abiya berpesan agar terus menimba ilmu dan memperluas wawasan, khususnya dalam bidang tafsir dan ilmu tafsir yang menjadi keunggulan Ma’had Aly Darul Munawwarah. “Perbanyak bacaan dan referensi agar kelak benar-benar menjadi ahli tafsir yang representatif dan bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara,” pungkasnya.

Abiya juga menekankan pentingnya kesederhanaan, keadaban, dan kebersahajaan yang menjadi ciri khas kehidupan pesantren untuk dijadikan pedoman hidup di tengah masyarakat. “Puncak ketinggian ilmu adalah kearifan dan kebijaksanaan. Keduanya tampak dari cara kita berbakti kepada orang tua dan menghormati guru. Seorang muda yang sukses di masa depan adalah yang bijaksana dalam menghabiskan masa mudanya untuk belajar,” tambahnya.

Dalam pidato dan orasi ilmiahnya, abiya menutup dengan penuh rasa syukur dan apresiasi atas keberhasilan para wisudawan serta doa agar mereka menjadi generasi penerus yang membawa cahaya ilmu dan akhlak di tengah masyarakat.